bupati5

Kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan kata kunci dalam pembangunan. Terlebih bagi aparatur pemerintah, untuk Kudus menuju Indonesia. Hal inilah yang mendorong Pemkab Kudus untuk menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilangsungkan di Kampus Unnes di Semarang, Rabu (7/5).

Selain untuk pengembangan dan peningkatan kualitas SDM, acara ini juga bertujuan untuk membina hubungan kelembagaan dalam melaksanakan fungsi pendidikan dan pengabdian masyarakat. Termasuk di dalamnya untuk peningkatan bidang kesehatan, pertanian, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Di hadapan rektor Unnes, Prof. Dr. Fatkhur Rokhman, M.Hum, bersama seluruh jajarannya, bupati Kudus H. Musthofa memaparkan program-program untuk masyarakat yang telah dilakukan Pemkab Kudus lebih sejak tahun 2008 silam. Bahkan pada bidang pendidikan berhasil meraih Satya Lencana Pembangunan Bidang Pendidikan dari Presiden RI.
“Keberhasilan ini bukanlah prestasi seorang bupati saja. Tetapi hasil upaya dan jerih payah seluruh jajaran pejabat, terutama bidang pendidikan, dengan dukungan seluruh masyarakat,” terang Musthofa.
Ketika pemerintah pusat belum mencanangkan adanya wajib belajar 12 tahun, Pemkab Kudus telah “mendahului” mencanangkan program tersebut. Mengingat APK SLTP tuntas paripurna 104,4%. Hal ini tentunya harus diikuti dengan berbagai upaya untuk peningkatan kualitas pendidikan. Mulai dari fit and proper test pengadaan pegawai, serta peningkatan kualitas dan kompetensi guru serta optimalisasi kurikulum pendidikan berbasis karakter.
Sedangkan bidang kesehatan, sudah terbentuk di 132 desa siaga. Ke depan, kerja sama dengan Unnes mengenai pengabdian masyarakat dalam peningkatan kualitas kader desa siaga. Sehingga perlu adanya pendampingan dan pelatihan anggota forum kesehatan.
Dalam bidang lingkungan hidup, Kudus telah menerima penghargaan adipura. Namun ruang terbuka hijau dinilai masih kurang. Selain itu, Kudus juga memiliki produk unggulan asli Kudus, salah satunya Duku Sumber. Itu semua perlu adanya penelitian dan pengembangan tentang varietas duku tersebut.
”Sehingga kami mohon dukungan kerja sama untuk konsep pengembangan yang berwawasan lingkungan. Juga pendampingan mengenai green school,” tambahnya.
Bidang ekonomi kerakyatan, pemkab telah membuka balai latihan kerja (BLK) untuk mendukung implementasi visi tentang pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan kesempatan kerja yang lebih luas. Program ini perlu didukung dengan adanya peningkatan kualitas instruktur BLK dan pemasaran pascapelatihan.
”Kami juga ada program bedah rumah. Ini sebagai stimulan bagi warga untuk gotong royong dalam membangun tempat tinggal yang layak,” paparnya.
Yang terpenting, menurutnya, semua implementasi program ini harus mengikuti prinsip 4T. Tepat aturan, tepat administrasi, tepat sasaran, dan tepat manfaat. Melalui dukungan kerjasama dengan Unnes, diharapkan semua program ini bisa berjalan sesuai rencana dan benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Kudus.(*)Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *